Bagaimana, Air Asia Mengubah Hidupku

Hmmm… kalau bicara soal perubahan, sudah pasti kita semua dituntut untuk selalu berubah kalau mau maju kan? Jadi jangan bilang kita mau maju, kalau kita tidak mau berubah. Berubah disini maksudnya perubahan kearah positif. Berubah dari kebiasaan buruk kita ke kebiasaan yang lebih baik. Memang tidak mudah, bahkan kita lebih banyak dituntut untuk berkorban. Berkorban apa? Berkorban waktu, tenaga, pikiran, bahkan harus menahan keinginan yang merugikan. Nah bukannya saya mau menyombong, atau sok-sokan menasehati, tapi saya ingin berbagi cerita saja kalau perubahan itu membawa dampak positif yang sangat besar buat hidup kita. Dan yang diuntungkan tentu saja diri kita sendiri juga dong. Saya bisa bicara, karena saya sudah melewatinya, dan saya cukup bangga dengan hasilnya. Saya datang dari keluarga yang pas-pasan karena Papa bekerja sebagai sopir yang sekaligus merangkap sebagai sales, dan Mama, ibu rumah tangga yang merawat segala keperluan rumah dan ketiga anaknya. Dengan penghasilan Papa yang minim, kita sangat jarang merasakan makan di restoran, atau beli baju pada saat hari raya Natal misalnya. Karena buat Papa dan Mama, anak-anak bisa sekolah sampe SMA dan bisa makan dengan layak, dan punya tempat tinggal buat berteduh, sudah merupakan Berkat Tuhan yang sungguh kita syukuri. Bahkan kalau diingat-ingat, pada jaman sekolah dulu, saya pernah ngiri loh sama temen-temen yang uang jajannya sudah pasti jauh lebih besar dari jatah uang jajan kami. Tapi Papa dengan bijak bilang kalau beliau hanya sanggup kasih uang jajan minim, karena lebih penting sekolah, daripada jajan. Dan Puji Tuhan orang tua bisa menyekolahkan ketiga anaknya sampai SMA. Lulus SMA, saya sadar, kalau saya harus merubah nasib, agar bisa membahagiakan kedua orang tua, saya harus kuliah, karena pendidikan menentukan gaji seseorang kan? Memang cita-cita saya pada waktu itu tidak tinggi dan keren, tapi waktu itu rasanya itu yang paling mendesak. Jadilah saya memaksa Papa untuk memiinjam uang dari bosnya agar saya punya uang pertama untuk kuliah. Selanjutnya? Saya harus berdansa dengan sumpeknya Ibukota Jakarta. Bangun subuh, pergi kerja, lanjut kuliah, dan sampai di rumah sudah tengah malam, dan masih diteruskan dengan belajar. Waktu tidur saya setiap hari hanya empat jam, kecuali wiken. Bahkan pada saat ujian, saya hanya tidur dua jam saja. Bahkan di kampuspun saya tidak pernah jajan karena saya harus menabung untuk bayar uang kuliah. Perjuangan berat berbuah manis. Saya lulus kuliah,dengan nilai lumayan baik, bisa bekerja, dan mendapatkan penghasilan baik. Bahkan saya bisa mengirim uang untuk orang tua saya, dan menyekolahkan adik saya di universitas. Masih banyak orang yang lebih hebat dengan perjuangan mereka. Tapi saya bangga bisa membahagiakan kedua orang tua saya, dan menyekolahkan adik, dengan hasil kerja keras saya.
Terus apa hubungannya dengan Air Asia dong? Ya sudah pasti ada dong. Karena, kalau Air Asia tidak pernah ada, mungkin sampai sekarang saya tidak akan pernah ada kesempatan untuk jalan-jalan diluar pulau Jawa. Mungkin saya tidak bisa merasakan bagaimana rasanya naik pesawat. Tau sendiri kan harga tiket pesawat mahalnya seperti apa? Buat saya yang pada waktu itu masih berjuang menyekolahkan adik, sudah pasti setiap pengeluaran uang harus dihitung dengan cermat. Dan kalau waktu itu belum ada Air Asia, mungkin sampai sekarang belum merasakan jalan-jalan, alias wisata ke tempat-tempat menakjubkan seperti Bali, dengan segala keindahan alam, dan kekayaan budayanya, yang membuat saya makin cinta Indonesia, dan makin ingin keliling Indonesia untuk mengenal lebih sekaya apa negri saya tercinta ini. Berkat Air Asia, saya jadi punya kesempatan untuk jalan-jalan ke Singapore, dan membuka wawasan saya, tentang kebudayaan dan keindahan negara lain. Dengan Air Asia, jalan-jalan keluar negri jadi memungkinkan. Karena Air Asia juga, saya jadi diingatkan lagi pentingnya perjuangan pantang menyerah, pada saat sudah menikmati “comfort zone” untuk mulai lagi melakukan perubahan, untuk tidak puas pada posisi sekarang saja. Kok bisa? Ya bisa dong :p. Karena kita bisa jalan-jalan murah kan karena Air Asia rajin bikin promo tiket murah. Namanya tiket murah, untuk mendapatkannya, tentu harus dengan perjuangan. Kita harus tekun, berjuang tanpa menyerah, mencoba dan mencoba lagi sampai kita berhasil mendapatkan tiket promonya. Dan pada saat berhasil mendapatkan tiket promonya, sudah pasti kita bakalan bangga, dan bahagia karena perjuangan kita menghasilkan. Kalau tidak karena Air Asia, mungkin kita bakalan males naik pesawat, karena cerita-cerita dari teman-teman yang sering delay pada saat akan naik pesawat. Bayangkan kita harus menunggu di bandara, bengong, dan duduk, dan berapa lamanya tidak jelas. Pengalaman saya selama naik Air Asia, saya belum pernah merasakan yang namanya delay tuh. Selalu tepat waktu. Dan tiket promo Air Asia, bukan berarti pesawat yang kita tumpangi abal-abal. Malah dua kali saya naik pesawat Air Asia, saya dapat pesawat tipe airbus, pesawat yang besar dan nyaman sekali. Dan kalau bukan karena Air Asia, saya mungkin tidak akan pernah terpikir untuk menyisihan dana travelling, untuk merencanakan perjalanan-perjalanan selanjutnya. Semboyan, “now everyone can fly” sungguh nyata, dan bukan sekedar semboyan kosong saja. Dan sekarang ini, saya punya cita-cita ingin mengajak Papa Mama untuk travelling naik pesawat, karena mereka belum pernah merasakan naik pesawat. Saya yakin cita-cita saya akan bisa terwujud dan terlaksana dengan Air Asia. Bukannya saya pelit untuk orang tua ya, tapi kalau bisa dapat harga tiket murah dengan kualitas yang baik, kenapa harus cari yang mahal? Toh kelebihan dananya masih bisa dipakai untuk keperluan membahagiakan orang tua yang lainnya kan? Jadi, apakah Air Asia memberikan perubahan bagi hidup saya? Jawabannya adalah Sangat!!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s