Galau

Tiba-tiba, minggu yang lalu temen dari kantor lama menghubungiku. Beliau nawarin aku untuk kerja di tempat kerjanya sekarang, karena pembukuan disana sangat berantakan. Heran, kenapa aku jadi magnet buat perusahaan yang pembukuannya berantakan ya? :P. Sudah berapa kali kerja selalu ditawari karena pembukuan berantakan. Untungnya, aku juga seneng sih, disuruh rapiin pembukuan yang berantakan itu. Rasanya menantang banget menurutku. Ada kepuasan sendiri pas hasilnya jauh lebih baik dari sebelumnya. Karena tempat kerja yang sekarang juga masih butuh perhatian, tawaran tersebut aku tolak. Dan ternyata temenku ini masih ngerayu-rayu aku untuk mau pindah. Bahkan kemarin aku sempat berbohong dengan alasan masih ada pinjaman di kantor, karena tolakanku gak mempan-mempan. Beliau masih keukeuh mau aku pindah, karena menurutnya, perusahaannya butuh orang yang kerjanya cepet, rapi, dan teliti kayak aku. Waduuuhhh gileee, gak nyangka loh :D. Rasanya campur aduk, seneng, karena ternyata masih ada yang menghargai jerih lelahku. Bangga karena diakui kerjaku bagus. Takut juga, karena dengan penilaian hebat gitu, tanggung jawab besar juga. Dan bingung, karena aku juga masih gak enak ninggalin tempat kerja sekarang yang masih belum sesuai harapan. Lalu 2 hari yang lalu temenku telpon lagi dan bilang bosnya bersedia, membayarkan hutangku di tempat kerja sekarang, dan akan dipotong dari gaji di tempat baru tiap bulan. Walaahh bohongpun gak mempan. Bahkan mereka menawarkan gaji yang lebih besar, dan masih bisa nego untuk minta lebih. Wadooowww, galau segalau-galaunya. Bukan masalah gajinya, tapi rasa gak enak ninggalin kerjaan belum rapi, dengan gak enak nolak temen yang bener-bener lagi butuh bantuan 😦 ditambah gambaran tantangan baru juga sangat menggoda huuuu. Dan hari ini, temenku telpon lagi memastikan aku mau menerima pekerjaannya ato gak. Huuu gara-gara gak enakan nih, akhirnya aku tawarin aku bantuin dia freelance, setiap sore pulang kerja, aku bantuin kantornya. Itung-itung sambil nunggu Nyo jemput. Tapi temenku bilang musti biang lagi ke bosnya mau gak. Yasudah liat aja besok, kalo mau ya aku bantuin rapiin pembukuannya, kalo gak mau ya dengan sangat terpaksa aku tolak tawarannya deh. Aku masih belum tega ninggalin kerjaan belum beres disini. Galaaauuuuu 😦

Advertisements

4 thoughts on “Galau

  1. Hai rinaa.. menurut aku kalo emang kamu udah sreg dan gak tega ninggalin kerjaan yg skrg mendingan jangan pindah. kadang belum tentu offer yang besar dan yang keliatannya enak itu bener2 enak. Tapi bukan berarti kita stuck juga selama2nya dikantor yg sekarang. karena kadang masing2 orang punya kriteria nyaman dalam bekerja. entah itu kerjaannya, nyaman sama lingkungan atau bosnya baik dan gak rese. hehehe.. πŸ™‚

    semoga kamu bisa mutusin yang terbaik yaa.. πŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s